.woman with excuses.

October 9th, 2009

Melanjutkan cerita tentang diriku. Mengungkap sisi manusiawi yang dianggap sebagian orang hilang dari diriku.
Tapi bila menjadi egois dan memiliki keburukan merupakan kualitas yang dimiliki manusia normal, maka aku juga adalah seorang manusia normal…

Dulu -bahkan sampai sekarang, aku selalu saja pintar membuat alasan untuk lari dari ‘tanggung jawabku’.
Saat aku malas datang meeting, aku bilang bahwa aku sakit.
Saat aku tidak mau bertemu dengan teman-teman lamaku, aku bilang aku punya kesibukan lain.
Saat aku tidak menghadiri wisuda temanku, aku bilang aku harus pergi ke suatu tempat.
Saat aku tidak mau mengangkat telepon, aku bilang sedang di tengah perjalanan.
Saat aku datang terlambat, aku bilang bahwa ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.
Saat aku tidak mengumpulkan tugas, aku bilang aku lupa.
Saat aku malas kumpul dengan teman, aku bilang aku punya acara keluarga.
Banyak lagi alasan-alasan lain yang aku buat untuk menghindari semua itu.
Kalau orang menganggap bahwa berkumpul dan berada di keramaian adalah hal yang menyenangkan, tidak demikian dengan diriku.
Saking terlalu nyaman dengan diri ini dan tidak mau berkompromi dengan orang lain, maka aku hidup dengan alasan-alasan.
Alasan yang kubuat-buat untuk tetap berada di zona amanku.
Kenapa harus selalu membuat alasan?
Aku selalu ingin semua di bawah kendaliku. Aku tidak mau berurusan dengan hal-hal yang tidak bisa kuhadapi.
Aku memulai sesuatu karena aku tahu akan bagaimana jadinya nanti. Atau setidaknya prediksiku tidak terlalu meleset.
Aku tidak suka dengan perubahan yang mendadak karena artinya, berbagai macam yang sudah kurencanakan akan gagal. Kupikir aku akan lebih siap menghadapi hidup bila aku sudah mempertimbangkan rencana A, B, C atau Z dan menaksir segala resiko yang mungkin kuhadapi.
Jadi, saat kupikir sebuah hal tidak cukup ‘aman dan nyaman’, maka aku membuat alasan-alasan.
Perlukah alasan lain mengapa aku membuat alasan-alasan itu?




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind