.may God help us.
Knp byk yg pesimis bhw Barack Obama bs membuat perubahan sih? Mnurut gw,pikiran orang2 itu picik bgt. Kenyataannya, memang satu orang sulit mengubah dunia. Tp satu orang bs menginspirasi byk orang dan bergerak bersama membuat perubahan agar menjadikan dunia ini tempat yg lebih baik untuk ditinggali.
Kalau kita mempertanyakan kemampuan Obama merubah kebijakan Amerika, artinya kita lupa bahwa Amerika bukan hanya ada di tangan seorang presiden. Keputusan2 penting melibatkan byk kepala dan seorang yg ‘begitu berbeda’ spt Obama pun tidak mungkin bs menjadi seorang diktator yang memiliki tangan besi utk mengatur Amerika sekehendak hatinya. (Dengar sumpahnya Prest+VP deh,bhw mreka brjanji utk menjaga(preserve), melindungi(protect), dan membela(defend) KONSTITUSI AMERIKA melawan berbagai macam musuh internasional dan domestik -ini adalah justifikasi berbagai sikap opresif AS. Pun tyt mreka disumpahi utk melakukan berbagai macam cara utk melindungi dominansi dan determinasi AS terhadap dunia internasional.)
This is the point, I guess.
Dalam pandangan gw, perubahan yg mampu dibawa Obama adalah perubahan POLA PIKIR SECARA MASSAL. Bahwa semua orang bisa melakukan perubahan bila memang mengusahakan perubahan itu. Bahwa seseorang dari golongan minoritas bisa bangkit dan mewakili golongan yg lbh luas lg. Bahwa semangat untuk berubah harus ada dan itu bukan hanya sekedar mimpi. Bahwa masyarakat dunia harus yakin akan munculnya calon-calon pemimpin muda yg akan membawa negara masing2 menjadi maju dan makmur. Bahwa keberanian bermimpi adalah hal yang patut didukung.
Smg indonesia dan kita semua mampu melihat lebih jauh di balik kemenangan Obama. Think outside the box. Jgn menggantungkan harapan di pundak seorang presiden Amerika. Tp gantungkan harapan ke diri masing-masing utk mengusahakan perubahan itu terjadi di tempat kita berpijak.
Spread the positive mental attitude:)
.We cannot respond attack with DIPLOMACY.
“Ironic!
Hypocrite!”
That’s my statement..
Last nite I saw Lions for Lambs… It’s a good movie. There were a lot smart statements..
No..no… i’m not gonna write a review in here (I’ll do it later in my blog)..hehe.
The setting of the film was about the preoccupation of USA in Afghan and the justification from USA govt to did so.
The americans themselves doubt, questioned and argued the policy made by their govt.
In one of the dialogue, Senator Jesper Irving (Tom Cruise) stated:
“We cannot respond attack with DIPLOMACY”
SILLY STATEMENT!
But why the world (esp.States) keep on responding ‘nothing’ for what ISRAELI DO IN PALESTINE??
Huwf…
.we just feel insecure.
Hm,itu bukanlah justifikasi kita atas ke’kurangpeduli’an yg ditunjukkan ke seorang remaja yg tampak bingung dan terus bertanya kemana arah ke Pulo Gadung kalau berjalan kaki.
Pertanyaan lain yg jg terus ditanyakan adalah kemana jalur alternatif ke Jogja dgn brjalan kaki.
(Sempat terceletuk ucapan nakal dr bibir gw: ‘Wah..jalan kaki ke Jogja, emang mau buat rekor MURI?:p wekekek->just kidding:p)
Hm,saat itu,gw,sigit,mba enno dan jules br aja plg dr Sahid stlh menyelesaikan ujian English di akhir semester ini.
Entah apa yg ada di benak teman2 gw, tapi yg pasti, yg pertama terlintas di pikiran gw adlh sebuah ketidakpercayaan.
Gw pernah dengar crt dr azhar, wkt itu dia sempat didatangi bpk2 yg minta ditunjukkan arah ke Bandung,krn tampak kelelahan, bingung dan mengaku tdk punya uang, si mas memberikan uang utk si bapak naik bus dan menunjukkan arah ke kantor polisi terdekat. Di akhir,si mas br brfikir, apakah org tsb jujur atau tdk.
Gw smpt berfikir apakah itu adalah motif penipuan terbaru. Tp di sisi lain, gw mrasa jahat krn bahkan di pikiran awal terselip rasa tdk percaya. I really feel insecure (tyt ini jg dirasain sm Sigit).
What I want to emphasize in here (in my own case) is that my social awareness and humanity were suddenly disappear because of the feeling of insecure, restless, and distrust toward the others. In my opinion, this is a signal of self-degradation toward the social issues and it’s not a good one.
But what more can I say if in fact, the situation surround us is not secure and safe anymore.
Suddenly I remember something, Ryry ever sent this story about Dalai Lama. I forget the exact stories,but the point is the nature of every person is various. If you believe that ur nature is good, full of love and affection, u should not give up just bcoz the other’s nature is contrary with yours. U should not be bad and ignorant to those who cannot show the same attitude as we do (hm..membingungkan yah:)hehe..
Hm,akhirnya,sang remaja beranjak menjauh dan terdiam sejenak serta tampak menangis. Kami memutuskan memberikan sebagian uang yg kami miliki utknya dan segera beranjak pulang krn perasaan takut dan tidak aman msh saja menyelimuti.
(Jan 22nd 2009; 9.20pm)
.I’m not an Indie.
I think I am INDEPENDENT!
But then I realize, I am not an INDIE yet:(
Ternyata selama ini gw belum bisa berdiri di kaki gw sendiri. Mandiri dan melepaskan semua ketergantungan terhadap semua orang yang hadir di hidup gw.
Sampai usia 23 tahun ini, gw masih belum keluar dari rumah, masih meminta uang jajan dan ongkos kuliah (baik S1 dan S2) sama mama papa, masih numpang makan di rumah, masih sering menerima ‘donasi-donasi’ dari orang-orang yang peduli sama gw, masih sering menerima pulsa gratisan,menerima kebaikan teman-teman yang selalu saja ingat untuk berbagi rezeki dan kegembiraan mereka dengan mentraktir gw makan-makan, menonton film di bioskop karena dibayarin juga.
Intinya gw merasa tangan gw lebih banyak ada di bawah dari pada di atas. Gw takut keenakan ‘menerima’ saja, trus lupa kalau dunia menjadi seimbang karena ada yang mau menerima, namun ada pula yang mau memberi.
Gw suka perasaan bisa memberi. Suka banget perasaan pegang uang banyak hasil kerja keras gw, trus gw dengan bersemangatnya membelikan berbagai macam hadiah untuk keluarga, adik, pasangan, teman dan beberapa orang lainnya. Uang yang gw pegang gak pernah bisa awet. Selalu saja habis dengan cepat, tapi gak masalah, karena gw selalu yakin kalau memang kita niat memberi orang lain dengan ikhlas, pasti akan datang rezeki dari Allah yang jauh lebih besar. Entah berbentuk materil atau moril. Pun ternyata banyak banget orang yang baik sama gw, selalu memberi ke gw. sehingga gw tidak merasa serba kekurangan. Semua terasa cukup, membahagiakan dan yang paling penting mampu memenuhi kebutuhan gw. Saat gw butuh, pasti ada aja yang berbaik hati memberi. Kadang bingung sendiri, “kok uang mereka gak habis-habis yah?” Padahal kebutuhan pribadi saja sudah banyak, tapi masih mau berbagi ke orang lain dengan keterbatasan yang ada. Tapi gw tahu, uang mereka gak pernah kekurangan karena Tuhan pasti menggantikan semua kebaikan mereka itu.
Bisa memberi ke orang lain terasa seperti menabung kebaikan. Suatu saat, dalam keadaan terdesak dan sulit, ‘tabungan’ itu bisa ‘diambil’. Tuhan selalu aja punya cara ‘mengembalikan’ kebaikan itu ke diri sang pemberi kebaikan. Dan saat ini gw merasa tabungan gw kosong. Udah terlalu banyak yang gw ‘ambil’ dan secepatnya, gw harus isi lagi tabungan amal gw…
Mungkin orang-orang yang selalu memberi ke gw juga merasakan hal dan kepuasan yang sama dengan sering berbagai dan memberi yah?
Aku ingin berdiri sendiri, Tuhan. Tak mau lagi terlalu merepotkan orang lain, tak pantaslah aku bergantung kepada mereka, malu aku terhadap usiaku…
Memang kepastian kerja sudah gw dapatkan, walau entah kapan karir gw akan dimulai. Saat ini, gw masih menikmati kuliah tanpa beban pekerjaan, bersenang-senang kapanpun gw mau, membantu warung mamapapa di Jakarta, tidur malam dan bangun kesiangan, semua kenikmatan yang pasti gak akan bisa gw nikmati lagi setelah nanti gw kerja.
Semoga tuhan selalu memberikan kemudahan rezeki, hidup, karir, dan kebahagiaan untuk orang-orang hebat yang selalu mendukung gw dan percaya bahwa suatu saat gw akan mampu berdiri di kaki gw sendiri dan menebar kebaikan lainnya seperti yang dulu pernah mereka lakukan. Sama seperti ide ‘Pay It Forward’, bahwa pada akhirnya kebaikan itu hanya perlu diteruskan…
.:the stories behind me:. | Comment (0)