Back to My Laptop

December 20th, 2007

(baca: kembali ke
Laptop)

Setelah perjalanan panjang melintasi
beberapa propinsi di Indonesia
(baca: DKI Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta)
untuk menemui informan-informanku,
finally I can meet them all. Perjuangannya bow! Tiring, Fun, Amazing
and Great.

This was how things goin’ on…

I’m home for my mom’s bday, 8 Dec
2007
. Naik kereta jam 9 pagi (yang ternyata telat dan baru berangkat
jam 10 kurang=(
-inilah awal dari
prjalanan panjang nan panas dan membosankan!).  Menurut jadwal,
seharusnya keeta tiba di Senen jam 2.30 siang, atau paling telah jam
3-an lah. Tapi, sepanjang perjalanan  keretanya bermasalah, ditandai
dengan mekanik yang mondar-mandir, bawa peralatan yang siap sedia
kalau ternyata keretanya bermasalah. Seringkali keretanya berhenti
lamaa banget. Gak hanya berhenti saat ada kres (persimpangan dengan
kereta lain), tapi juga di tempat-tempat yang tidak dijadwalkan
berhenti=( Laju kereta juga lambat banget. Sampai akhirnya harus
berganti Lok (baca: Lokomotif) di daerah Kerawang. Kacau banget,
bawaanku berat banget karena harus menenteng sebuah laptop, tas
backpack isi baju (serta tempe titipan mama-yang ternyata jadi busuk
setelah sampai di rumah=(), dan sebuah hadiah patungan (aku dan
Ardie) untuk ultah mama hari itu (sebuah frame foto yang sarat dengan
warna pink dan berisi beberapa foro mama, aku, ardhie, arief, papa,
nenekku dalam beberapa occasion
yang berbeda).  cepat2 berkreasi pake Corel, langsung convert
ke JPEG dan akhirnya dicetak di Millenium dengan ukuran 12R (30 cm x
40 cm).

1_x_12_r

Ukuran piguranya cukup besar dan sempet
membuat gw kerepotan membawanya, tapi, demi mama,apa sih yang gak
bakalan dilakukan anaknya? Hehehe.

Selama perjalanan, gw baca bukunya Dan
Brown berjudul DECEPTION POINT (yang dibeli saat ada bazaar buku di
Paschalis Hall bareng Anggie). Lumayan banget bisa mengusir rasa
bosan dan panas selama perjalanan. Gw akhirnya turun di Stasiun
Jatinegara (karena papa dan mama mau nengok saudara yang baru
melahirkan).  Bayangin aja, gw barus sampe hampir jam7 malem (ngaret
hampir 4 jam=(). Mending naik bus aja kali yah… Alhamdulillah
sampai dengan selamat, setelah nengok saudara, diajak makan
(kebetulan banget perut udah lapey banget dari tadi siang), akhirnya
pulang dengan mobil yang baru dibeli papa (mobil sebelumnya harus
dijual karena masalah keungan=(), walau mobilnya keluaran tahun lama,
tapi lumayan banget deh (cant imagine the life without car, pasti
ribet dan lebih boros deh..But I still miss my silver Peugeot 306
yang harus papa jual..I-allah, aku mau beliin papa mobil yang lebih
baik lagi saat aku sudah mapan kerja nanti..Amin ya Allah..).  Sampai
di rumah jam stengah 10an, Arief udah bobo nyaman di kamar. Gak lama,
aku juga tidur (this whole day was tiring). Hm, Alhamdulillah mama
senang dengan hadiahnya (wlaupun mungkin gak seperti yang dia
harapkan, If I have some money, I will definitely buy a special
package @ The Body Shop..!Mama pasti sukaa bangett deh=) ”Nanti
yah, Ma, kalau aku udah punya uang sendiri. Amin…”

Hari minggu, 9 Desember, mama dan papa
mengundang saudara-saudara serta teman dekat (paling sekitar 20-an
orang) untuk makan tumpeng bareng di rumah.

Senin, 10 Desember,  ‘Hunting
Informan’ dimulai deh. Gw bikin janji untuk ketemu sama Sarah di
rumahnya jam 10. Kebetulan diantar papa, Sarah ternyata welcome
banget. duwh, that’s what I’m expecting from all my
informants..hehehe. Gw ngobrol sampe sebelum jam 12, dy cerita
tentang kuliahnya, UPH dan hal-hal yang menarik dari anak2 dsana.
Jadi bisa nambah informasi gw deh. “Makasih ya, Rah. Keep on
surviving, sukses buat magang di RCTI-nya.”

Case 4: Meiliani Fauziah a.k.a Sarah

Status: Mission accomplished=)

Pulang dari rumah sarah, gw sempet
jalan2 di Lippo, janjian ketemuan sama mama di depan HokBen, yang
akhirnya lunch di sana juga. Asyik..Asyik… Pakai acara dibeliin
sepatu juga lwoh..warnanya cokelat (my fav color lately=), bentuknya
manis banget, ada pitanya di atasnya. I Like it…

Selasa, 11 Desember, another ‘hunting’
to Depok. Janjian sama Rai ketemuan di Depok Town Square (DeToS) jam
11am. Niatnya mau naik bus, tapi (lagi2) papa berbaik hati nganter,
padahal, as I’m concern He has another job appointment (notes: His
Family always be His First Priority!
Papa selalu aja jadi papa yang
selalu bisa diandalkan, gak tega membarkan anak2nya naik bus, jadi
sebisanya pasti mengantar ke tempat tujuan, bahkan masih rajin
ngantar Arief ke sekolah setiap pagi. Sama kejadiannya seperti aku
dan Ardhie dulu. Sering juga nganter anak2nya pulang ke Purwokerto
–gak sekedar sampai Gambir- tapi, naik mobil langsung ke Purwokerto
(sekalian liburan sih..hehehe). Papa yang H.E.B.A.T banget deh..
Seringnya gak tega kalau kita atau mama ‘bersusah-susah‘. Is your
papa as ‘sweet’ as mine?’=))

Akhirnya, setelah sebentar menunggu di
depan A&W, Rai muncul dengan gayanya yang cuek dan bandana
diikatkan di kepalanya. Suaranya Rai kedengeran ‘manis’ banget di
telepon=). Cari tempat yang agak tenang, kita ke area food court
(yang saat itu masih sepi karena belum ‘Lunch Break’. Kita pesan
juice coz Rai gak mau makan. Oia, tanggal 21 Desember ini Rai ULTAH..

‘HAPPY BIRTHDAY TO YOU… May
Happiness come close to you and God will always grant you everything
you ask for…Amin. ‘

Wawancaranya lumayan singkat, lancar,
cukup terbuka, memang gak ngobrol terlalu banyak karena ternyata papa
menunggu di bawah. Jam stengah1, aku pamit pulang dan menuju ke
tempat parkir dimana papa udah nunggu. Adios, Rai…

Case 5: Nurainy a.k.a. Rai a.k.a
tRuEHaWa a.k.a annyLUVprincess a.k.a xtreme AnDroGyn (terlalu banyak
nama2 lainnya=))

Status: Mission accomplished=)

Di arah pulang, papa ngajak ke di Tanah
Abang dulu (buat ketemu Pakde), dan papa pergi karena ada urusan
kerjaan, tapi ternyata setelah dipikir-pikir, kerjaannya mungkin akan
sampe malem, makanya saat masih di daerah Jakarta, gw diturunin dan
disuruh naik bus aja yang langsung ke Tangerang..AC-nya adem
banget…betah deh=). Di perjalanan pulang menuju Tangerang, gw coba
menikmati Jakarta yang emang tambah macet, mendengarkan lagu-lagu
pengamen jalanan yang lumayan merdu dan mengusir sepi yang gw rasain
di bus.

Sempat sengaja telepon Mba Anggi (red.
PR METRO TV) untuk tanya keadaannya setelah melahirkan. Alhamdulillah
katanya semuanya lancar, bayinya perempuan, dipanggil ‘Aya’..Gw
lupa nama panjangnya, tapi pasti Aya akan cantik kayak mama dan
kakaknya, Kalisha.

Sekarang Mba Anggi lagi cuti sementara
sampai bulan Februari.

Di perjalanan, gw juga nglewatin gedung
Metro TV, duh, lagi-lagi membangkitkan kenangan saat magang dulu
(Hari pertama yang serba ‘aneh’, nyasar, jalan kaki jauuuh
banget, mau nangis karena merasa sendirian, kantin yang enak
banget+gratis, ruangan PR yang Super Duper Dingin –karena Bu Henny
Maniac Dingin-, jalan kaki setiap berangkat dan pulang kantor
menyebrangi jembatan di atas tol, sepatu rusak, black&white
uniform, foto bareng Tommy Tjokro,  PressConference di Time Break,
Korea Gathering di Hotel Mulia, making the weekly report, mengantar
memo ke seluruh BOD MetroTV, penilaian Mrs. Henny –PR&Publicity
Manager- yang Alhamdulillah puas dan memuji kerja gw selama di sana,
and banyak lagi moment2 yang unforgettable)

Gimana Kabar METRO TV yah? Gw kangen
banget sama orang-orang di sana (baca: Mba Henny, Mba Iis, Mba Nita,
Mba Anggie).

Rabu, 12 Desember 2007

Jalan2 ke Tanah Abang, dibeliin baju
sama mama (yang ternyata nge-pas banget di badan dan harus ditukar),
hampir ktemu Azhar yang baru aja wawancara kerja di Bank DKI tapi
karena kebodohannya =) malah gak jadi deh. Soalnya Azhar takut naik
bus (selain busway) di Jakarta, katanya khawatir tersesat, apalagi
kalau masuk2 terminal. Padahal tanah Abang gak terlalu jauh dari
Senen, apalagi dari Harmoni.. Dasar Azhar jelekk..!Gak jadi ketemuan
deh=( Semoga segera dapat kerja yang baik ya…Maksih untuk
support-nya selama ini…

Kamis, 13 Desember 2007

Another trip to Depok untuk nengok Tary
(anaknya teman papa yang seumuran gw dan baru aja melahirkan=) hehe,
bayinya lucu banget deh, mirip kakeknya (lho…!=)). Niatnya mau
sekalian ke Tanah Abang untuk pamit ke Pakde Glendy dan nuker baju
yang kekecilan di Tn. Abang. Tapi, sampe di sana, hujan deras
bangett, waktunya juga udah mepet banget, sampe sana jam stengah 4
lewat, padahal dalam beberap menit lagi toko2 di Pasar Tanah Abang
bisa dipastikan tutup. Gw dan mama segera ke sana, sewa payung ke
anak2 yang menjual jasa peminjaman payung, cepat-cepat menuju toko
yang dimaksud, beberapa kali gw hampir jatuh karena sandal jepit yang
gw pakai licin dan jalanan tergenang air. Baju dan celana rada basah,
dan ternyata….. TUTUP. Iya, kita telat datang, tokonya udah tutup,
padahal baru jam4 loh=( Ya sudahlah, pulang dengan kecewa, baju basah
dan mama malah gak sengaja beli baju untuk salin bajunya yang
basah=)hahaha. Emang dasar rejekinya tuh toko, udah hampir tutup
malah masih sempet2nya bajunya dibeli mama.

Rencana untuk pakai baju baru karena
berniat mau mengunjungi Metro TV (hari sebelumnya, gak sengaja Mba
Iis telepon menanggapi surat yang bebrapa waktu lalu gw kirim ke
Metro TV).

Jam 5.15pm, sampailah gw di Metro TV,
mama papa nunggu di mobil, gw juga berencana gak terlalu lama, secara
waktu kerja selesai jam 5.30 pm. Ibu Henny sedang ada seminar di
luar, tapi aku ketemu sama Mba Iis (yang ternyata sedang hamil 5
Bulan=), Mba Nita, 1 anak magang dan 1 lagi orang yang gantiin posisi
mba Anggie sementara dia cuti. Feels good being in that place once
again
(udah lama jg gak kesana, terakhir kali adalah sebelum
puasa Ramadhan 2007). Kangen2an, cerita2, dan akhirnya gw dikasih
‘sesuatu’ yang sebelumnya gw minta lewat surat. (‘These ones’
for my beloved Informants, Dista dan Luci –wait for the surprises,
key?=)

Gw di Metro selama setengah jam. Seneng
banget bisa kumpul lagi. I miss u all…

Hari itu adalah hari terakhir gw di
Jakarta karena besok pagi jam7, gw harus naik kereta pulang ke
Purwokerto (secara hari Jumat itu, gw juga ada Kursus Korea -I don’t
wanna miss it). Perjalanan pulang Alhamdulillah lancar. Sampai di
Purwokerto jam stengah1. Ketemu Nanda di atas kereta dan sempet
ngobrol sedikit.7 Hari yang sangat singkat, tapi padat banget di
Jakarta…

Next story will be about my journey to
Yogyakarta…

For My Beloved Informants…

December 2nd, 2007

28 Nov 2007; 9.30 pm

Setelah sekian lama meninggalkan skripsiku dan berkonsentrasi dengan persiapan menjelang Organizer in Training, akhirnya, sekarang gw harus balik lagi ke kenyataan. Target untuk menyelesaikan wawancara adalah sampai akhir bulan Desember. Artinya, gw harus pulang ke Jakarta untuk nemuin Sarah dan Rai, trus harus nyempetin ke Jogjakarta untuk ketemu James. Alhamdulillah banget, Dista udah banyak ngebantu proses wawancara skripsiku ini. Malam ini, gw baru aja ketemu Luci (Calon Dokter yang Naif banget dan punya cara yang unik dalam memandang dunia yang dalam bahasanya diistilahkan ‘sucked’). Dia adalah salah satu informanku. Anak Kedokteran UNSOED yang baru aja dapet S.Ked dan sekarang lagi KoAs di Margono.
I really enjoy my time and my discussion with all my informants.

Di posting ini, gw akan cerita tentang beberapa informan2 gw.

1. Actinis Muqsitha Paradista (Dista)

Cest Moi (My Home)
Dista tuh anak Sastra Unsoed 2005. Aku kenal dia, soalnya dulu dia pernah jadi studentku di kelas Intermediate. Kesan pertama, Dee tuh orangnya cuek banget, agak jutek dan kayaknya sombong. Tapi, setelah wawancara, jadi ketahuan deh, kalau dista sebenarnya gak kayak gt. Keliatan tegas, ambisius, pintar. Ternyata anaknya asik2 aja. Saat janjian sama Dista untuk ke rumahnya, gw sempet nyasar gt. Pede banget berhenti di depan rumah (yang saat itu aku kira adalah rumahnya Dista), sampai muter2 menyusuri jalan, melongok ke setiap rumah mencari nomor yang tepat dan setelah 3 kali muter2, Alhamdulillah, gw gak sengaja berhenti di rumah yang tepat. Setelah dilihat2 dan permisi Tanya ke orang yang lagi ngecat rumah itu, ternyata emang benar rumahnya Dista. Seru aja setiap kali dapat pengalaman kayak gitu. Congratz for the Scholarsip. Finally we make it, semoga lancar dan bisa berangkat dalam waktu dekat ini ya…

2. Lucia Desthie Hapsari (Luci)

Girls on Move
(Coz happiness doesn’t mean to get everything is perfect…But to look beyond its imperfections…)
 
Luci tuh anak Kedokteran Unsoed 2003 yang bercita2 jadi Redaktur Majalah dan masuk HI UGM tapi malah tersesat di FK UNSOED=). Sebentar lagi ultah, tepatnya tanggal 28 Desember nanti. Dia baru aja wisuda bulan September yang lalu dan sekarang lagi KoAs di Margono. Awalnya, Mas Anung yang forward info tentang Luci. Menurutnya, posting2 Luci tuh ‘dalem’ dan gak cuma sekedar curhat biasa. Setelah melihat foto icha di Blog Luci, gw jadi tahu kalau ternyata mereka temenan. Saat gak sengaja ketemu icha di Toko Sandal Sepatu, Icha cerita kalau Luci tuh temen satu kosan. Setelah beberapa usaha, akhirnya bisa juga wawancara sama Luci. Maklum aja deh, anak kedokteran sibuk banget. Untung aja masih nyempetin waktu untuk diwawancarai. Luci tuh coba menunjukkan pribadinya yang fun, sering ketawa dan itu ngebuat gw lebih nyaman (padahal itu baru pertama kalinya ketemu Luci loh! Seperti biasa pasti ada rasa khawatir dan ketakutan bertemu dan mewawancarai orang baru. Sensasinya beda aja). Kesan pertama lihat foto Luci, pasti anaknya itu serius(secara anak kedokteran!), sombong dan susah banget ditemuin. Setelah ngobrol2, ketahuan deh kalau dia tuh easy going, naïf, calon dokter yang baik (Amin!mudah2an aja).  Sukses buat KoAs-nya yah…

3. Nurainy (Rai)

Truehawa

(Ada alasan mengapa dunia tercipta dengan seimbangnya. Ada alasan mengapa kita mencinta seperti itu pada seorang hawa. Ada alasan mengapa tuhan masih memberi kita pertambahan usia. Ada Indah untuk di rasa, ada sayang untuk membalut jiwa, ada dewasa untuk dijelma).

Rai tuh salah satu fellow debater. Gw merasa pernah melihat Rai langsung saat PIMNAS  di universitas Lampung Bulan Juli lalu. Tapi, karena emang gak pernah punya urusan, kita gak pernah bertegur sapa or kenalan.  Anak Jakarta yang so far, paling lugas, jujur dan banyak expose herself di blog-nya. Rai bisa jujur banget tentang dirinya, kondisinya, dan gak takut dengan berbagai judgement yang mungkin hadir. Hm, gw kenal Rai karena dia balas pesan yang gw kirim lewat Bulletin Board di FS. Saat itu, gw lagi mencari siapa aja orang yang rajin isi blog, trus Rai menawarkan blognya untuk gw baca. Ternyata emang ‘dalem’ banget. Curahan hati selama ini. Belum sempet sih ketemu langsung sama Rai, Cuma lewat FS aja. Insya Allah, nanti gw pulang ke Jakarta, gw akan nemuin Rai. Jadi, saat ini, gw belum bisa cerita tentang kesan gw tentang Rai. Makasih ya, Rai, buat kepercayaannya. Keep on surviving, semoga bisa segera dapat seseorang yang bisa kamu sayangi dan menyayangi kamu ya…

4. Sarah

Little Girl with flame in her heart…

[“Semua harus ditulis. Apapun…Jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, tulis. Suatu saat pasti berguna.” (Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1, 2004)]

Sarah adalah adik kelas gw di SMA 1 Tangerang. Sarah juga adiknya Syawal. Gw kayaknya satu SD deh sama Syawal. Anaknya manis, metal, dan pecicilan banget deh jaman SMA dulu. Sempet susah banget bisa menghubungi Sarah, secara message gw lewat FS-nya gak pernah dibalas (dan sekarang baru ketahuan bahwa dia emang jarang banget baca pesan yang lewat FS), saat gw pulang ke Tangeran untuk Lebaran, gw coba hunting nomor teleponnya  Sarah, Tanya ke Ajeng, Nia, ternyata gak ada yang tahu. Eh, beberapa waktu lalu, tiba2 gw dapat SMS dari Nia, katanya dia gak sengaja ketemu Syawal dan akhirnya nanyain nomor teleponnya Sarah. Akhirnya, berhasilah gw dapetin nomor Sarah. Alhamndulillah=) Responnya juga bagus. Sekarang Sarah di kuliah di UPH. Semoga aja, saat gw pulang ke Tangerang nanti, bisa langsung nemuin Sarah. Amin. Makasih ya…..

5. James Keiyo (james)

Journey…
(All about my journey after I accepted in International Relations Gadjah Mada University).

James adalah mantan anak SMA 1 Purwokerto. Juara JSDC yang pertama yang berhasil mengalahkan anak SMA 3 Semarang (Sorry Luci, ternyata anak SMA 3 Semarang kalah debat dari anak2 SMA1 Purwokerto=) hahaha) di Final lomba Debat antar SMA se Jawa Tengah, JSDC.  James sekarang kuliah di Hubungan Internasional UGM. James tuh keliatan angkuh, banyak gaya, dan suka sok gitu (sorry ya, James. This is only my personal point of view=) hehehe). Setelah wawancara, maybe my perception will change. Hehe. Tentang mimpi waktu itu, that’s real, dude! Did u have any relationship with her? =p See ya in Jogja. Soalnya, metode gw untuk wawancara melalui e-mail ternyata gak begitu jalan, karena James selalu menjawab setiap point pertanyaan dengan jawaban yang singkat, padat dan kurang jelas. Meanwhile, I need your explanations, dude!

That’s only some of my informants, I’ll try to find some more…
Cerita lengkap tentang hasil wawancara mereka, akan diekspose bersamaan dengan hasil skripsi gw nanti ya. Amin.
Pokoknya, sebelum insya Allah pergi ke ASEAN, skripsi gw harus bisa diselesaikan dulu. Amin…
Pray for me always, pals…Thank you!!

ps. next posting will be about Dudee..I’ll interview him,, today=)

Case 1: Lucia Desthie Hapsari

December 2nd, 2007

Beberapa waktu lalu, gw wawancara salah
satu informan gw. Namaya Luci, anak
Kedokteran UNSOED 2003 yang baru aja wisuda Sepetember lalu dan sekarang koas
di RS.Prof DR Margono Soekardjo. Menarik baca cerita2 di blognya,
walau ada term2 kedokteran yang gak gw ngerti (Obgin, ICU/HCU/IBS/IGD/Bangsal, SC
cito
, etc masih banyak lagi yang gak gw ngerti -padahal kata Luci, term2 yang
dia pakai simple dan masih bisa dinalar (duwh,jangan2 nalar gw emang gak jalan
nih..hiYhiYhiY=)). Dia juga nyaranin gw untuk baca blog cowoknya yang katanya
banyak berisi ‘kedodolan’ yang terjadi.hehehe (Kok ada anak kedokteran yang
punya selera humor begitu tinggi dan memang dodol seperti itu=)hehehe). Pastinya,
gw mau ngucapin makasih banget coz dia udah mau bantuin gw jadi informan untuk
skripsi ini. Walaupun gw datang saat dia gak lama bangun tidur..huehe..ya
maap..makasih udah mau diganggu yakz..Keep on writing and I’ll keep on reading…

Tungguin aja hasil skripsiku, nanti kukasih
copy-nya. Met koas di Radiologi. Nice to know u….

The Scholarship

December 2nd, 2007

Udah hampir jam 12 malem dan ternyata gw
masih belum bisa tidur sampe sekarang. Tadi sempet liat Asian idol Pilihan
Indonesia (Red. Result Show dari Kompetisi memperebutkan kursi untuk menjadi
wakil Indonesia di ajang Asian Idol). Masih dengerin lagu The Power of Love-nya
Celine Dion yang gak sengaja gw denger di stasiun radio, 105,7 Metro FM dan
sambil sesekali nonton Miss World.

Hmm,,udah tambah malem, kayaknya udah gak
ada lagi siaran radio yang bisa nemenin gw=( Ternyata lagu Celine Dion nutup
siaran hari ini.

Oia, gw cuma mau cerita aja kalau hari ini,
gw ikutan pengarahan untuk penerima Beasiswa Unggulan Untuk Aktivis. Program
kerja sama antara DIKNAS dengan Universitas
. Katanya sih, peserta terpilih bisa
berangkat ke ASEAN. Dari UNSOED sendiri sudah terpilih 20 orang. Well, to be
honest,
hasil pengarahannya bener2 mengecewakan. Belum ada kepastian dari sana,
kapan peserta terpilih berangkat ke Jakarta untuk pembekalan dan finally
berangkat ke negara2 ASEAN. Pihak Rektorat cuma menjanjikan bahwa semua nama
yang telah lulus seleksi akan berangkat ke ASEAN. It’s only the matter of time. Tapi…
Emang banyak hal yang harus disiapkan.
Well, We’ll see whether government’s
promises will finally be fulfilled or not.

Pray for me, key?
=)

No Turning Back

December 2nd, 2007

Pernah gak sadar kalau setiap hari kita
selalu saja dituntut untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidup kita. Bahkan
untuk hal yang sangat kecil dan simple banget sampe hal yang berat.
Ambil aja
contohnya, saat kita menentukan ingin makan apa, mau pergi ke mana dan sama
siapa, mau ngapain aja hari ini, mau bangun tidur jam berapa, mau nonton tayangan apa, mau pakai baju apa,
celana warna coklat/pink/putih, mau minta maaf atau gak, mau segera lulus atau
tetap setia jadi mahasiswa, mau ikut organisasi apa, mau meneruskan kemana
setelah lulus, mau pacaran sama siapa, mau berteman dengan siapa,
ingin meneruskan
hidup setelah terpuruk atau bertahan di tempat yang sama tanpa melangkah maju
ke depan…

It’s all about choices! Kita memang punya hak
untuk mengatur apa yang terbaik untuk hidup kita, jadi jangan pernah salahkan
orang lain apabila ternyata pada akhirnya semua gak berjalan seperti yang
diharapkan. Gw juga masih belajar sih, mempertanggungjawabkan semua keputusan
yang gw ambil dalam hidup gw,
coz once we’ve decided, there’ll be no turning back. Semoga aja, hati dan logika gw bisa terus sinkron menghadapi
banyaknya pilihan dalam hidup.

The Secret

December 2nd, 2007

Oia, beberapa waktu lalu, gw sempet nonton
film The Secret. Kayaknya film itu diadaptasi dari Buku berjudul sama karya
Rhonda Bynes (am I right?). Hm, sebenernya, mungkin gak tepat kalau gw bilang
tayangan itu adalah sebuah film karena isinya cuma semacam motivational talks from several people who have proved the magic of
‘The Secret.’ Intinya, The Secret yang dibicarakan adalah tentang ‘THE LAWS OF
ATTRACTION’ alias hukum tarik menarik (ketertarikan). Bahwa manusia itu
sebenarnya memang menentukan kunci kesuksesan masing2. Rahasianya adalah ‘THE
LAWS OF ATTRACTION’, semakin sering orang membayangkan dan memikirkan hal-hal
yang dia inginkan/ impikan, maka semakain dekat jugalah ia ke mimpinya
tersebut.
Kenapa bisa begitu?? Soalnya, dengan terus berfikiran positif dan terus
meyakini bahwa mimpi dan keinginan itu akn terwujud, maka kita akan melakukan
tindakan2 untuk mencapainya. Ada semacam dorongan dari dalam yang sangat kuat
yang mampu membuat kita mencapai semuanya. Sebaliknya, kemungkinan ini akan
semakin berkurang apabila kita menjadi pesimis, gak yakin, dan akhirnya
merelakan impian2 kita.
Ini disebabkan, tidak ada lagi doronga2 yang tumbuh dari
dalam jiwa kita untuk mecapai mimpi yang kita dambakan.

Mungkin itu yan bisa gw sampaikan untuk
posting kali ini. To be honest, gw gak nonton keseluruhan sesi di tayangan ‘The
Secret’ itu coz it’s quite boring. In the other side, mungkin film itu bisa
bermanfaat dan menginspirasi rang-orang yang lagi gak pede, merasa sendirian,
gagal, dan butuh seseorang/ sesuatu untuk mengembalikan semangat hidup.

Kalau
menurut gw sih, setiap orang punya ‘Their Own Secret’ untuk bisa terus
menjalani hidup serta meraih impian2nya. Gak bisa disamakan satu sama lain
karena tubuh, hati dan pikiran setiap orang bereaksi secara berbeda terhadap segala
hal. We’re the ONLY ONE who knows how to treat ourselves and strive to the
fullest.