‘Like-I-Know’ Syndrome
Gara2 keseringan baca blog orang lain (masih dalam rangka menyelesaikan studi S1 di Universitas Jenderal Sodirman dan meraih gelar S.IKom (amin..kapan dunk??)), gw jadi punya sindrom. Gw namain ‘Like-I-Know’ Syndrome, soalnya gw jadi merasa kayak punya hubungan yang deket banget sama orang-orang yang blog-nya gw baca. Padahal gw gak kenal mereka (malah gak pernah ketemu langsung dengan yang bersangkutan dalam dunia nyata). Tapi, cerita-cerita mereka terasa ‘real’ banget. Gw bisa ngerasaain emosi dalam setiap cerita mereka. Ada kisah putus cinta, kekecewaan, semangat hidup, stress kuliah, dan segala macem hal campur aduk. It feels ‘Like-I-Know’ them FOR REAL! I feel close inside and I feel like they share their story ONLY for me..
Itulah kenapa gw selalu tetarik dengan blog dan mau penelitian tentang hal itu. Gw bingung aja, kenapa mereka milih blog untuk cerita macem2 (duwh,,kayaknya ini pertanyaan yang tepat banget gw tanyain ke orang lain..I should’ve asked myself WHY…=)hehe
ps. cant hardLy wait to meet y’aLL
Uncategorized | Comment (0)Woro-woro…
I-Allah hari Jumat nanti (red. 5 Oktober 2007 @ 09.00 WIB) gw mau seminar (finally!), setelah berpeluh keringat dan air mata (karena kecewa, kcapean ngejar dosen yang kadang suka gak ramah sama mahasiswa bimbingannya, nahan psoposal sampe seminggu krn sibuk..hikzz).
Judul Proposal gw: SELF-DISCLOSURE MELALUI WEBLOG (Studi Deskriptif Tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengguna Weblog di Friendster.com dalam melakukan self-disclosure). Ya ampuunn..ternyata persiapan seminar ribet banget yaah..keluar banyak uang juga..(tapi yang penting target gw untuk seminar sebelum Lebaran bisa terlaksana (amin..!).
Nah, gara2 penelitian tentang blog, gw jadi tambah rajin aja ngebacain blog orang..(thanks to Rai’TrueHawa, Dee ‘Dista’, James yang udah mau bantu untuk jadi informan penelitian gw…I’ll contact you as soon as possible).
Well, pray for me, key?
mY Listed song..
(supposed to be published on 3 October 2007)
- ‘She’-nya Elvis Costello yang pernah jadi OST. Notting Hill.(Dengerin lagu itu ngebuat jiwa gw terasa tentram banget deh=)
- ‘Sempurna’-nya Andra and The Back Bone (whattta a beautiful acoustic song!)
- Pelangi yang dinyanyiin sama Glenn FredLy untuk Badai Pasti Berlalu (Entah kenapa, gw suka arransmen dan suaranya Glenn yang seksi banget..sukaa..!)
- ’Everything’-nya Michael Bubble (‘…and in this crazy life..and through this crazy time..it’s YOU..It’ s YOU..You make me sing..You’re every line, You’re every word…you’re every song..Coz You’re my EVERYTHING’)
- ‘Begitu Indah’-nya PADI yang dinanyiin lagi sama Gaby-Indonesian Idol (arransmennya asik banget deh, gosh, she’s great…)
- ‘Sorry Seems the Hardest Word’ yang dinyanyiin sama siapa aja deh (terutama waktu jadi soundtrack Bridget Jones Diary—The Edge of Reason!)
- ‘Yesterday’ versinya Boyz 2 men yang keren banget (gw suka lagu2 accapella)
- ‘Broken Wings’ milik Creed…
- ’I Miss You So Much’-nya TLC (coz I’m missing ‘manusiakuw’=(hikz)
- ‘September Ceria’-nya Vina Panduwinata (duu..oldies bangett yuph=)hihi)
- ‘Kau Curi Lagi’ yang dinyanyiin J-Rocks feat Prisa [Gosh, My heart is stolen –once again =( I should forget u]
- ‘Separated’-nya USHER (Reminds me of my Sk8ter Boi)
- ‘Selamanya Cinta’ yang sekarang dinyanyiin The Cinnamons dan jadi ost. Cintapuccinno.
(to be continued in the other session …)
Uncategorized | Comment (0)‘You used to be one of my love stories in the past’
19/10/2007 @16.00
Pernah kan dapat SMS
isinya ‘Gambarkan aku dengan satu kata…’?
Intinya, si pengirim
mengharapkan respon jujur tentang apa yang dirasakan orang tersebut kepada
dirinya. Dan kalau ternyata jawabannya adalah ‘You used to be one of my love stories in the past’, jadinya gimana ya??
Sebenernya gak
sengaja banget gw dapet sms di atas, gw adalah orang yang akhirnya nge-reply
kesan yang gw inget dari orang yang ngirimin sms tadi, sebut aja Mr. A.
Kisahnya dimulai tiga
tahun lalu, saat gw baru setahun di Purwokerto, dan sedang mengembara mencari
cinta (cieh…=). What I know is
that I’m not his type dan
ternyata gw gak bisa sejelas itu menunjukkan perasaan gw ke cowok yang gw suka
(atau emang all men are stupid
since they can’t capture even the slightest signal of LOVE=)hehehe à buat yang merasa cowok, jangan tersinggung
yak!). Lama kelamaan, tuh perasaan dipendam aja. Kita masih sering ketemu, (as
a friend of course!), karena dia emang gak pernah paham apa yang pernah terjadi
dalam perasaan gw.
Back to recent day…
Gara-gara shocking
statements gw di sms, Mr. A jadi ngerasa kaget, campur kagak percaya. Secara
emang gw juga suka cuek dan merasa gak butuh gitu sih=). Ternyata, dia pernah
‘merasa’ (well, he’s not the stupid type then=)), tapi karena takut ke-GR-an,
akhirnya yah cuma dibiarin aja. Mungkin bisa diambil hikmah dari kejadian gw di
atas.
Yang mengagetkan buat
gw adalah, bahwa gw ternyata gak bertepuk sebelah tangan (Should I regret it
now?). Kata-kata yang menurut gw manis adalah saat dia berfikir bahwa I’m in love with someone else, NOT him. His final statement was ‘ya udah, not my luck aja kupikir waktu itu’.
Huwff,,,entah kenapa
gw tiba-tiba berani ngebales sms dia dengan kata-kata kayak gt, dan memulai
memori masa lalu gw lagi. Mungkin karena gw pikir ini saatnya gw bilang; saat
perasaan itu gak seperti dulu saat tiga tahun lalu. Selain itu, Mr. A juga
sekarang udah punya cewek. It’s
just a funny statement and I got nothing to lose. Kita tetep jadi temen sekarang. Hanya saja, now he knew
what I feel for him in my past…
Let God handle what’s
next for me=)
A Moment to RemembeR
19/10/2007 @ 18.14
Kemarin ini gw
tiba-tiba aja keingetan sama temen gw. Ternyata dia udah lulus dari Binus bulan
April lalu, dan sekarang udah bekerja di salah satu perusahaan di Tower Permata
Hijau. Hm, entah kenapa, selalu aja menyenangkan bercerita sama dia. We’re not
best friend in Hi-School, karena gw baru sadar menemukan sahabat yang asyik
banget kayak dia di akhir kelas tiga SMA gw. Menurutnya, gw adalah ‘treasure
friend’, semakin ngobrol, semakin banyak meaningful words yang terucap. Menurut
gw, dia bisa jadi temen yang oke untuk berbicara hal-hal yang not common dan
‘dalem’. Enatah kenapa dia selalu punya
cara yang magic yang membuat gw seneng kalau cerita ke dia. Kita jarang banget
ketemu, sampe-sampe, dia teriak-teriak seneng banget saat gw tiba-tiba telpon
dia ke rumah malam itu. Gak nyangka, surprise banget. Secara gw emang jarang
banget pulang ke Tangerang setelah kulaih di Purwokerto dan memang karena gw
jarang hangout bareng temen2 gw. In this posting, I’d like t send my best
regard for the outstanding friends of mine who colored up my days in my past
years.
Nia (You are
definitely a great place to share meaningful matters)
Ajeng (Hope we can
find the best man to rely on, let’s forget ‘them’=)hehehe)
Liztya (Mba Ai, u
always be the first one to call and to be remembered)
Maya (my best friend
always)
Achi, Etha, Septi,
Icha, Dayu, Fadli, Taofik, Fitri, Yanto, dan temen2 KIR yang gak pernah gw
lupain (We have had great time together, dengan segala konflik, cerita dan
memori tersendiri buat gw).
Uncategorized | Comment (0)
Women = Excuses
(Women equals
to excuses)
19/10/2007 @ 16.40
Isu yang sekarang ini
sering dibicarain dan dibela oleh orang-orang adalah isu tentang GENDER.
Menarik menurut gw, dimana posisi wanita dan pria dituntut untuk sejajar, sehingga
berbagai hal juga bisa diraih oleh wanita. I’m not going to argue specifically
about GENDER.
But I have my own
thought about matter related to gender issues…
Saat gw menyadari
bahwa gw adalah seorang wanita dengan segala keistimewaan yang udah tuhan
kasih. Gw mikir bahwa gw gak mau mendapatkan tanggung jawab yang sama dengan
apa yang dimiliki oleh adik laki-laki gw. As a woman, I don’t feel inferior, but
I just don’t want to be burdened by man’s responsibility. Next question will
be, ‘emang apa sih tanggung jawabnya laki-laki?’ (buat cowok-cowok, silahkan
jawab sndiri yak…)
Naturally, cewek tuh
punya sistem reproduksi (rahim) yang setiap bulannya akan luluh kalau gak
dibuahi alias menstruasi. Ini adalah ‘excuse’ pertama dari wanita yang menjadikannya tidak
bisa shalat secara penuh selama satu bulan, Puasa penuh selama Ramadhan, tidak
bisa bekerja penuh apabila sakitnya udah tidak tertahankan, tidak bisa beraktifitas
secara berlebihan, sehingga membutuhkan istirahat ekstra. Menurut gw, ini yang
menjadikan wanita punya mental dan pola berfikir yang penuh dengan ’excuses’ tadi. Wanita merasa bahwa ada banyak hal yang
gak bisa mereka lakukan karena mereka adalah WANITA. Mereka menjadikan itu sebagai ‘excuses’
untuk gak maju dan being left behind by MEN. Kalau itu yang terjadi, sebenernya siapa yang bisa
disalahkan?
Gw harap, yang baca
posting ini bisa ngerti konsep yang coba gw angkat. Ambil aja contoh yang simple,
sebagai cewek, mau gak kalau disuruh jadi panitia kegiatan bagian keamanan
(yang harus standby malem-malem, jagain tempat kegiatan), atau jadi bagian
perlengkapan yang kerjaannya ngangkatin barang-barang (waaa…ini gak berlaku
buat SEFERS, co+ce tetep harus ngangkat barang=)hehehe). ATAU melakukan
kegiatan2 lain yang identik dengan cowok banget. Mungkin ini adalah paradigma
yang salah, bahwa secara gak sadar, kita emang dah terpola untuk berfikir
dengan mengelompokkan hal-hal yang HANYA bisa dikerjakan cewek dan sebaliknya.
Dan balik ke
pemikiran awal gw, itu mungkin karena hal yang namanya MENSTRUASI. Well, it’s
just a simple thought from me…
Is there anyone of u,
who ever think what I think?
Ahistoric Gen
Lebaran emang waktu yang paling tepat buat jalan-jalan ke tempat saudara yang emang baru setiap tahun sekali didatangi. Sejak hari sabtu (lebaran daY!) sampe hari Kamis, keluarga gw selalu aja pergi. Mulai dari ke daerah Depok, Bekasi, Pondok kacang, Cakung, Jakarta, dll. Tiada hari tanpa kunjungan keluarga. Apalagi bokap emang suka banget jalan-jalan silaturahmi (asal ada bensin katanya=)).
Nah, sepanjang perjalanan itu, gw ngelewatin banyak mall, gw perhatiin poster-poster film di bioskop kita, keren juga karena bahkan ada studio 21 yang saat itu muter hanya film Indonesia di seluruh studionya; mulai dari Jaelangkung 3, Lawang Sewu, Pocong 3, Kuntilanak 2 dan Just Married. Duwh,, yang mengenaskan kok kebanyakan cuma film horror misteri yak? Honestly, gw emang gak suka film horror Indonesia, suka norak gt sih hantunya=( Tapi, yang paling gw gak suka, film yang seharusnya bisa jadi tempat untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif, sepertinya udah kehilangan fungsi ini. Sebagai media yang diminati banyak orang, film Indonesia harusnya mampu mengajarkan nilai-nilai moral dan bersifat edukatif buat penggemarnya. Supaya nilai-nilai tersebut bisa jadi pegangan buat manusia-manusia Indonesia, contoh aja film Nagabonar Jadi 2. Gw takut kalau kita jadi Ahistoric Generation –generasi yang gak ngerti sejarah (Ungkapan yang gw ambil dari majalah Djakarta!). Semoga tambah banyak lagi film-flm Indonesia yang bermutu, sebagai seseorang yang suka banget sama film, gw pengen banget dapet sensasi yang aneh, berbeda, mengangetkan, kagum dan menyenangkan saat gw nonton film-film Indonesia. I will be definitely GREAT=)
19/10/2007 @ 17.38
Uncategorized | Comment (0)