.may God help us.
Knp byk yg pesimis bhw Barack Obama bs membuat perubahan sih? Mnurut gw,pikiran orang2 itu picik bgt. Kenyataannya, memang satu orang sulit mengubah dunia. Tp satu orang bs menginspirasi byk orang dan bergerak bersama membuat perubahan agar menjadikan dunia ini tempat yg lebih baik untuk ditinggali.
Kalau kita mempertanyakan kemampuan Obama merubah kebijakan Amerika, artinya kita lupa bahwa Amerika bukan hanya ada di tangan seorang presiden. Keputusan2 penting melibatkan byk kepala dan seorang yg ‘begitu berbeda’ spt Obama pun tidak mungkin bs menjadi seorang diktator yang memiliki tangan besi utk mengatur Amerika sekehendak hatinya. (Dengar sumpahnya Prest+VP deh,bhw mreka brjanji utk menjaga(preserve), melindungi(protect), dan membela(defend) KONSTITUSI AMERIKA melawan berbagai macam musuh internasional dan domestik -ini adalah justifikasi berbagai sikap opresif AS. Pun tyt mreka disumpahi utk melakukan berbagai macam cara utk melindungi dominansi dan determinasi AS terhadap dunia internasional.)
This is the point, I guess.
Dalam pandangan gw, perubahan yg mampu dibawa Obama adalah perubahan POLA PIKIR SECARA MASSAL. Bahwa semua orang bisa melakukan perubahan bila memang mengusahakan perubahan itu. Bahwa seseorang dari golongan minoritas bisa bangkit dan mewakili golongan yg lbh luas lg. Bahwa semangat untuk berubah harus ada dan itu bukan hanya sekedar mimpi. Bahwa masyarakat dunia harus yakin akan munculnya calon-calon pemimpin muda yg akan membawa negara masing2 menjadi maju dan makmur. Bahwa keberanian bermimpi adalah hal yang patut didukung.
Smg indonesia dan kita semua mampu melihat lebih jauh di balik kemenangan Obama. Think outside the box. Jgn menggantungkan harapan di pundak seorang presiden Amerika. Tp gantungkan harapan ke diri masing-masing utk mengusahakan perubahan itu terjadi di tempat kita berpijak.
Spread the positive mental attitude:)
.We cannot respond attack with DIPLOMACY.
“Ironic!
Hypocrite!”
That’s my statement..
Last nite I saw Lions for Lambs… It’s a good movie. There were a lot smart statements..
No..no… i’m not gonna write a review in here (I’ll do it later in my blog)..hehe.
The setting of the film was about the preoccupation of USA in Afghan and the justification from USA govt to did so.
The americans themselves doubt, questioned and argued the policy made by their govt.
In one of the dialogue, Senator Jesper Irving (Tom Cruise) stated:
“We cannot respond attack with DIPLOMACY”
SILLY STATEMENT!
But why the world (esp.States) keep on responding ‘nothing’ for what ISRAELI DO IN PALESTINE??
Huwf…
.we just feel insecure.
Hm,itu bukanlah justifikasi kita atas ke’kurangpeduli’an yg ditunjukkan ke seorang remaja yg tampak bingung dan terus bertanya kemana arah ke Pulo Gadung kalau berjalan kaki.
Pertanyaan lain yg jg terus ditanyakan adalah kemana jalur alternatif ke Jogja dgn brjalan kaki.
(Sempat terceletuk ucapan nakal dr bibir gw: ‘Wah..jalan kaki ke Jogja, emang mau buat rekor MURI?:p wekekek->just kidding:p)
Hm,saat itu,gw,sigit,mba enno dan jules br aja plg dr Sahid stlh menyelesaikan ujian English di akhir semester ini.
Entah apa yg ada di benak teman2 gw, tapi yg pasti, yg pertama terlintas di pikiran gw adlh sebuah ketidakpercayaan.
Gw pernah dengar crt dr azhar, wkt itu dia sempat didatangi bpk2 yg minta ditunjukkan arah ke Bandung,krn tampak kelelahan, bingung dan mengaku tdk punya uang, si mas memberikan uang utk si bapak naik bus dan menunjukkan arah ke kantor polisi terdekat. Di akhir,si mas br brfikir, apakah org tsb jujur atau tdk.
Gw smpt berfikir apakah itu adalah motif penipuan terbaru. Tp di sisi lain, gw mrasa jahat krn bahkan di pikiran awal terselip rasa tdk percaya. I really feel insecure (tyt ini jg dirasain sm Sigit).
What I want to emphasize in here (in my own case) is that my social awareness and humanity were suddenly disappear because of the feeling of insecure, restless, and distrust toward the others. In my opinion, this is a signal of self-degradation toward the social issues and it’s not a good one.
But what more can I say if in fact, the situation surround us is not secure and safe anymore.
Suddenly I remember something, Ryry ever sent this story about Dalai Lama. I forget the exact stories,but the point is the nature of every person is various. If you believe that ur nature is good, full of love and affection, u should not give up just bcoz the other’s nature is contrary with yours. U should not be bad and ignorant to those who cannot show the same attitude as we do (hm..membingungkan yah:)hehe..
Hm,akhirnya,sang remaja beranjak menjauh dan terdiam sejenak serta tampak menangis. Kami memutuskan memberikan sebagian uang yg kami miliki utknya dan segera beranjak pulang krn perasaan takut dan tidak aman msh saja menyelimuti.
(Jan 22nd 2009; 9.20pm)
.I’m not an Indie.
I think I am INDEPENDENT!
But then I realize, I am not an INDIE yet:(
Ternyata selama ini gw belum bisa berdiri di kaki gw sendiri. Mandiri dan melepaskan semua ketergantungan terhadap semua orang yang hadir di hidup gw.
Sampai usia 23 tahun ini, gw masih belum keluar dari rumah, masih meminta uang jajan dan ongkos kuliah (baik S1 dan S2) sama mama papa, masih numpang makan di rumah, masih sering menerima ‘donasi-donasi’ dari orang-orang yang peduli sama gw, masih sering menerima pulsa gratisan,menerima kebaikan teman-teman yang selalu saja ingat untuk berbagi rezeki dan kegembiraan mereka dengan mentraktir gw makan-makan, menonton film di bioskop karena dibayarin juga.
Intinya gw merasa tangan gw lebih banyak ada di bawah dari pada di atas. Gw takut keenakan ‘menerima’ saja, trus lupa kalau dunia menjadi seimbang karena ada yang mau menerima, namun ada pula yang mau memberi.
Gw suka perasaan bisa memberi. Suka banget perasaan pegang uang banyak hasil kerja keras gw, trus gw dengan bersemangatnya membelikan berbagai macam hadiah untuk keluarga, adik, pasangan, teman dan beberapa orang lainnya. Uang yang gw pegang gak pernah bisa awet. Selalu saja habis dengan cepat, tapi gak masalah, karena gw selalu yakin kalau memang kita niat memberi orang lain dengan ikhlas, pasti akan datang rezeki dari Allah yang jauh lebih besar. Entah berbentuk materil atau moril. Pun ternyata banyak banget orang yang baik sama gw, selalu memberi ke gw. sehingga gw tidak merasa serba kekurangan. Semua terasa cukup, membahagiakan dan yang paling penting mampu memenuhi kebutuhan gw. Saat gw butuh, pasti ada aja yang berbaik hati memberi. Kadang bingung sendiri, “kok uang mereka gak habis-habis yah?” Padahal kebutuhan pribadi saja sudah banyak, tapi masih mau berbagi ke orang lain dengan keterbatasan yang ada. Tapi gw tahu, uang mereka gak pernah kekurangan karena Tuhan pasti menggantikan semua kebaikan mereka itu.
Bisa memberi ke orang lain terasa seperti menabung kebaikan. Suatu saat, dalam keadaan terdesak dan sulit, ‘tabungan’ itu bisa ‘diambil’. Tuhan selalu aja punya cara ‘mengembalikan’ kebaikan itu ke diri sang pemberi kebaikan. Dan saat ini gw merasa tabungan gw kosong. Udah terlalu banyak yang gw ‘ambil’ dan secepatnya, gw harus isi lagi tabungan amal gw…
Mungkin orang-orang yang selalu memberi ke gw juga merasakan hal dan kepuasan yang sama dengan sering berbagai dan memberi yah?
Aku ingin berdiri sendiri, Tuhan. Tak mau lagi terlalu merepotkan orang lain, tak pantaslah aku bergantung kepada mereka, malu aku terhadap usiaku…
Memang kepastian kerja sudah gw dapatkan, walau entah kapan karir gw akan dimulai. Saat ini, gw masih menikmati kuliah tanpa beban pekerjaan, bersenang-senang kapanpun gw mau, membantu warung mamapapa di Jakarta, tidur malam dan bangun kesiangan, semua kenikmatan yang pasti gak akan bisa gw nikmati lagi setelah nanti gw kerja.
Semoga tuhan selalu memberikan kemudahan rezeki, hidup, karir, dan kebahagiaan untuk orang-orang hebat yang selalu mendukung gw dan percaya bahwa suatu saat gw akan mampu berdiri di kaki gw sendiri dan menebar kebaikan lainnya seperti yang dulu pernah mereka lakukan. Sama seperti ide ‘Pay It Forward’, bahwa pada akhirnya kebaikan itu hanya perlu diteruskan…
.:the stories behind me:. | Comment (0).mellow bcoz of Lala Suwages.
Duh, lagi mellow banget…
Gara-gara dengerin lagunya Lala Suwages yang judulnya LOVE.
Lala Suwages bener-bener punya magic di tiap lagu dan suaranya deh.
Bang Sigit dan Mba Winda yang kenal duluan sama si Lala Suwages. Waktu gw tanya, Si Sigit bilang, “Umm..Lala Suwages tuh pemain volley:) ” Asal bangetttt!! hahaha
Hehehe, Lala Suwages adalah pendatang baru dalam dunia masik jazz di Indonesia.
Umm,,pengen banget ada yang nanyiin lagu ini pake gitar. Uwf…I’m gonna be the happiest women on earth:)hehehe
Kamu bisa nyanyiin buat aku gak, Mas sayang??
![]()
LOVE (by Lala Suwages)
Sometimes I want you as the dream your dream
I’d like to kiss your sleepy face
I lay there and pray
You never ever go away
No one could take your place
And in the morning when you smile “Hello”
I feel the sunshine in my heart
My love isn’t blind
I’m never ever changed my mind
I’ll die if you should leave
Ooh… love you are for everything
You’re the song I sing
Your music is forever
Love, I have never heard such a lovely word
A word that means together
Love, I will give to you and I will be true
Until my life is over
You’ve make my world go round
I’m never let you down, my only love
The day I look at you, My life began
You gave me reason to be here
My heart seems to know
You’ll never ever let me go
I always have you near
.at the lowest phase of my life.
Ya Allah, manusia memang rapuh…
Janganlah jadikan diriku bersandar dalam rapuhnya
Janganlah jadikan diriku berharap dalam rapuhnya
Janganlah jadikan diriku menuntut dalam rapuhnya
Janganlah jadikan diriku kecewa lagi karena lupa bahwa manusia memang rapuh dan tidak selalu bisa diandalkan
Jadikanlah aku bersandar, berharap dan meminta HANYA padaMU
Sehingga tidak ada lagi rasa kecewa, tertinggal, sendiri dan terabaikan dalam diriku
Karena cukup bagiku hadirMU dalam hidup dan langkahku.
.at the lowest phase of my life.
.:the stories behind me:. | Comments (2)It’s not the end…It’s THE BEGINNING!
Ummm…setelah seminggu kemarin mengikuti banyak tes CPNS di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU/ Senin, 3 November), Departemen Perhubungan (DEPHUB/ Selasa, 4 November), dan Departemen Perdagangan (DEPDAG/ Sabtu, 8 November), akhirnya minggu ini gw dapat hasil dari ujian tertulisnya.
Alhamdulillah nama gw masuk di ketiga lembaga tersebut. Ada rasa bangga dan bahagia, saat nama gw bisa tercantum di daftar yang lolos ujian tertulis substansial (apalagi sejarah tes substansial gw jelekkk banget! GAGAL di DEPKEU, DEPLU dan juga BKPM), semuanya terasa menyesakkan dada, apalagi setelah gw menanam banyak harapan:() Allah mungkin akhirnya mengabulkan doa gw dan orang-orang terdekat gw, walau gw belum lulus tesnya secara keseluruhan, namun kesempatan gw masuk menjadi jauuuh lebih besar. Di DEPHUB dan DEPDAG, nama gw termasuk dua terbaikdari ratusan kandidat yang mendaftar (jadi hanya perlu menyisihkan 1 orang saja untuk mendapatkan posisi tersebut). Di KPPU memang masih banyak, tapi setidaknya gw sudah satu langkah lagi mendekati mimpi-mimpi gw.
Saat mengirimkan berkas CPNS, ada surat pernyataan yang harus ditandatangani di atas materai yang menyatakan bahwa bila yang bersangkutan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi, maka akan didenda sejumlah uang (nilainya berbeda-beda, mulai dari Rp. 10 juta, Rp. 15 juta, bahkan sampai Rp. 25 juta). Artinya, saat memang nama kita masuk dalam daftar yang lolos tes keseluruhan, maka kita tidak memiliki pilihan untuk menerima atau menolak tawaran tersebut. Boleh saja menolak, tapi membayar kompensasi sebesar itu pasti sangat memberatkan :((
Nah, kembali lagi ke kondisi gw, minggu depan gw (lagi-lagi!) akan mengikuti serangkaian tes yang melelahkan. Ini adalah tes terakhir (psikotes dan wawancara) untuk menjadi PNS. Check my schedule:
Senin, 17 November 2008 : Psikotes dan Wawancara di Departemen Perhubungan
Selasa, 18 November 2008 : Psikotes di Departemen Perdagangan
Rabu, 19 November 2008 : Psikotes di KPPU
It’s gonna be a tiring weeks (for sure!), dan gw akan mengikuti semuanya (dengan resiko kalau gw diterima di semua institusi, maka banyak sekali kompensasi yang harus gw bayar!), namun kalau gw gak coba semuanya, dari mana gw tahu gw akan lolos dimana. Pahitnya, gw ternyata gak lolos di semua institusi dan setidaknya gw puas karena telah melewati semua proses dengan baik.
Gw pernah bilang ke seorang teman:
“Betapa rapuhnya manusia, saat diberikan kesulitan selalu mengeluh, memohon agar doa-doanya dikabulkan, namun disaat doa-doanya dikabulkan dan dihadapkan pada banyak pilihan yang menyenangkan pun tetap saja manusia mengeluh”
Manusia dalam tulisan di atas tidak lain adalah diri gw sendiri. Gw selalu bertanya pada Allah, kenapa aku gagal di tes DEPKEU, DEPLU dan BKPM? Kenapa lagi-lagi aku harus mengecewakan kedua orang tua gw yang sudah berharap banyak ke gw (terlebih dengan situasi yang gak favorable seperti saat sekarang) ?, mengapa tak kunjung kau berikan aku pekerjaan yang baik yang tidak akan mengganggu pencapaian cita-cita pendidikan kuliahku yang sekarang sedang aku jalani ?, berapa lama lagi harus kumenunggu sampai ‘vonis’ itu dijatuhkan ? dan beratus pertanyaan lain yang kuhaturkan dalam doa-doaku.
Sekarang?
Mungkin Allah mengabulkan doa-doaku (yang ternyata terlalu rakus dan banyak!), aku mendapatkan banyak kesempatan untuk tes akhir di institusi2 tersebut. Kembali lagi aku rapuh, pilihan mana yang terbaik untukku ya, Allah? Aku bingung dengan pengabulan doa-doaku sendiri. Aku tidak tahu arahku selanjutnya. Semoga Allah memberikanku jalan yang terang dan mudah untuk mampu melewati semua proses kehidupan ini tanpa penyesalan di akhir pilihanku.
Satu lagi hal yang menjadi beban pikiran gw, saat ini gw sedang menjalani kuliah Manajemen Pariwisata di Sekolah Pasca Sahid. Program Double Degree antara Universitas Sahid dan Universiti Utara Malaysia (UUM). Bila tidak ada halangan dan memang janji pemerintah bisa dipenuhi, maka gw dan 14 teman penerima beasiswa unggulan akan berangkat ke Malaysia sekitar bulan Mei/ Juni 2009 untuk mengambil gelar MBA di UUM. Satu lagi mimpi gw untuk bisa sekolah di luar negeri secara gratis tanpa perlu merepotkan orang tua gw.
Semua teman gw sudah bekerja dan mereka siap meninggalkan pekerjaan mereka untuk berangkat ke Malaysia, sebagian lagi bahkan dapat cuti tanpa tanggungan selama +/- 9 bulan masa studi kami di Malaysia, nah, untuk gw, kalau gw insyaAllah diterima jadi PNS, maka gw akan otomatis kehilangan kesempatan gw untuk berangkat ke Malasyia bersama mereka. Departemen pemerintah sangat kaku untuk masalah seperti ini.
Pilihan apa yang harus gw ambil? Bukankah tidak pernah ada kesempatan kedua untuk hal yang sama? Gw pengeeeen banget bisa kuliah bareng mereka ke Malaysia. Tujuan gw ambil beasiswa ini adalah karena iming-iming mendapatkan kesempatan kuliah di sana. Gw gak mau tertinggal sendiri di Indonesia, gw pengen berangkat bareng Mba Winda, Non Elda, Bang Sigit, Thami, Mba Eva, Mba Mila, Mba Betty, Mba Bintang, Mba Nieke, Mas Sidik, Mba Eno, Mba Feny, Mas Dwi dan Mba Endah. Gw pengen merasakan bahagianya bisa kuliah bareng mereka dan memanfaatkan waktu-waktu senggang dengan kegilaan-kegilaan yang biasa kita lakukan bareng.
Ya Allah…banyak sekali keinginanku. Sadarkanlah diriku bahwa tidak semua hal yang aku inginkan bisa aku raih, namun tidak apa aku bermimpi kan, ya Allah?
Aku bermimpi bisa kuliah bareng mereka, menyelesaikan program Master-ku di Malaysia dan mendapatkan pekerjaan yang terbaik untukku, demi keluargaku dan yang dapat menjadi kebanggaanku, yang bisa mengangkat kondisi keluargaku yang sedang kurang baik, membantu adik-adikku dan juga dapat membantu orang-orang lain. Janganlah lagi ada yang menghina atau menjatuhkan keluargaku. Aku ingin mereka bahagia…
Sempat aku berfikir bahwa mengikuti tes CPNS hanya sekedar untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuanku berkompetisi. Hanya sebuah perwujudan ego dan pembuktian diri. Mampukah aku lolos? Karena cita-citaku jelas, menjadi seorang DIPLOMAT, namun tak kunjung ku temukan jalan ke sana. Atau memang mungkin itu bukan takdirku. Betapa diriku tidak pernah berpuas diri atas rahmatMU ya Allah..Astagfirullah :((
Terimaksih ya Allah atas kejutan-kejutanMU, yang KAU bungkus rapih dalam berbagai cerita tawa, sedih, dan haru yang harus aku jalani setiap harinya. Semoga aku selalu ikhlas akan kehandakMU dan berikanlah akhir yang bahagia dalam setiap jalan yang kutempuh. Tunjukkanlah jalan dan berikanlah kemudahan dalam setiap keputusan-keputusan yang kuambil. Janganlah KAU jadikanku tersesat.
Banyak hal lain menanti di depanku…Semoga mimpi-mimpiku seiring sejalan dengan kehendak Allah. Amien…
.:the stories behind me:. | Comments (13)Proudly Introduce them! :)
Udah hampir UTS lagi. Hiks..
Ternyata begitulah kehidupan para mahasiswa master degree…
Setelah dijalani, memang menarik. Terutama buat gw yang belum kerja. Gw gak terlalu punya banyak beban menjalaninya.Walau gw sadar kalau ternyata susah banget, hmm, apalagi buat temen2 gw yang udah kerja ya..
Banyak banget cerita tentang sulitnya berbagi beban kuliah dan kerja.
Bagaimana dengan gw? Gw memohon2 supaya Tuhan kasih gw jalan agar bisa segera kerja, tapi memang belum ada yang terbuka buat gw…
Mungkin ini emang jalan yang tuhan kasih buat gw.
Gw belum dikasih kerjaan yang tetap, supaya gw bisa memikirkan hal2 yang ada di depan mata gw aja.
Btw, gw gak mau bahas tentang kerjaan ah..Tapi pengen cerita tentang temen2 kuliah yang edan bangettt!!
Terima kasih, Allah, kelas ini bener2 bisa ‘menyuntik’ semangat gw yang turun-naik.
Just Nisa
Proudly Introduces:
Winda Princarini
Mba Winda yang baikk hati ini kerja di Insurance Company. She’s a great friend of mine, supporter of life and her story inspire me in so many profound way. Thanks for your trust, mba..
Chatting with you is an addiction
St Elda Hiererra
Non Elda is my best friend! Non Elda tuh cantik (no offence!:)). Ummm.sempet jadi none Bekasi dan ambassador of Binus. She told me that I should be thankful for everything I have in my life now. One thing for sure, her positive energy affects me. Thanks, Non.. Semoga kamu akan selalu bahagia dengan jalan hidup yang akan kamu tempuh nanti.
Retno Sulistiyawarni
Umm..Mba Enno tuh cerdas bangett, keibuan, kritis, trus suka ngebantuin gw. Gw belajar banyak bagaimana untuk bersikap dengan baik dari dia.Hebat lah!:)
Feny Juliani
Mba Feni sama2 kerja di Bank seperti Mba Eno. Orangnya cantik, imut, mungil, trus kelihatan lembut banget.. Yang paling favorit dari dia adalah HP kamera 5MP-nya yang selalu dibawa kemana-manaJwekekekekek. Bahasa Inggrisnya jago euy. Anak UI gt loh. wekekekekek.
Endah Lestari
Sumpah..ni orang lucuu banget. Tapi, kalau jiwa sentimental-nya udah tersentuh, bisa daleem banget. Gw gak ngerti, tapi kayaknya mba Endah sering menutupi perasaannya. Gw tahu dia happy, tapi dia coba ‘deny’. Umm. Umm…Mungkin ada hubungan dengan masa lalunya. Entahlah:) However, semoga kamu menemukan apa yang kamu cari ya, mba…
D. Utami
Um, Thami tuh wartawan majalah Ekonomi. Kritis banget! Punya banyak cerita yang bisa dia bagi setelah dia banyak mewawacarai orang2 penting di banyak perusahaan gede. Orangnya spontan banget. Ratu gossip!
Milawati
Mba Mila tuh kerja di LSM. Orangnya kalem banget, tapi rasa ingin tahunya tinggi banget. Hebatnya, dia gak pernah nyerah belajar EKMAN yang terkenal susssah.wekekekekek. Semangat, mba..Aku nunggu ‘keponakan’ nih, mba.
Segeralah hadirkan dia di muka bumi ini..amien.
Sigit Pratama
Bang Sigit adalah Abang Jakarta Timur. Badannya tingggi bangettt. Sumpah deh, bahkan gw jauuuh dibawah pundaknya..Udah kayak monster aja. wekekekekek. Orangnya suka ngomong ‘Doh…’ Entah apa artinya, tapi kalau dia udah ngomong gt, dengan logat khasnya, lucu bangett! English Reading-nya bagus banget. Suaranya juga OK. Bang, jadi penyiar aja. hehehehe. Sigit paling sering gangguin orang2 sholat, trus paling senang ‘menindas’ mba Endah. wekekekekekek
Eva Fadriyani
Eva tuh cantik. Mukanya kayak Revalina S. Temat. hehehehe. Sering ngirimin gw sms jayus (sebagai reply sms2 inspirasional gw.wekekekekek). Pinter banget EKMAN. Uwf..kenapa gw bego banget EKMAN yah. hehehehe.
Muhammad Hisyam
Ummm, kerja di DEPHUB dan sering banget bawain kita oleh2 kalau dia travel dengan pesawatnya keliling dunia. Soalnya dia bisa nyetir pesawat juga a.k.a pilot. Orangnya baik lah..Rajin puasa juga..wekekekekek
Kira2 itu temen2 deket gw di kampus. Dunia kampus membuat gw bersemangat lagi.. Mereka membuat gw lebih bersemangat.
Luv y’all, pals.
Kamu adalah cahaya di suatu nebula
Kamu adalah api bagi setiap beku
Kamu adalah marawis di setiap sunyi
Terima kasih untuk pernah hadir…
.:From someone who loves rains:.
ps.I’m sorry I was not treating you good.
.:the stories behind me:. | Comments (4)They said …
“Ingat kata-katanya Arai gak pas ikal jadi pesimis? ‘Kita tidak bisa mendahului nasib! Kita tidak punya wewenang ilmiah untuk mendahului takdir!!’ Kk gak ditakdirkan untuk gagal, Ang yakin itu. Takdir urusan Tuhan, bagaimana kita menyikapi, itu urusan kita.” (Anggita M. Hairani)
“Tuhan itu baik kok, kalau sekarang kamu belum dapat kerja, percaya deh, tuhan sedang sibuk cariin kerja yang sesuai dengan talentamu.” (D. Utami)
“Neng, kamu smart, energik, punya semangat tinggi, friendly, punya ambisi, jago bahasa inggris and EVERYBODY LOVES YOU! Kamu punya segalanya. Allah lebih tahu segalanya. YAKIN NENG! Kamu pasti dapat yang kamu pengen! Aku yakin banget sama kamu. Semua orang yakin banget sama kemampuan kamu! Hanya mungkin waktu belum berpihak sama kamu.” (St Elda Hiererra)
princarini: nisa harus kuatttt
princarini: saat nisa nangis dan ngira kalo nisa udah ga kuat lagiii
princarini: disitulahh sbnrnya nisa itu kuattttt
princarini: kuattt bgttt
annisa_fw: kok begitu?
princarini: orang yang kuat kan juga boleh nangis
princarini: hehehehe
princarini: cayooo nisaaaa
(Winda Princarini)
“Jangan stress, mb Nisa. Pasti nanti dapat, Mba Nisa kan punya kemampuan untuk itu. Tinggal tunggu waktunya aja. Semangat!”(Anisa)
Every time I failed, they’re always around. Do what they can do to keep my spirit high…
Dunno whatta do without them…
Luv y’all
.:the stories behind me:. | Comments (2)Visit Indonesia Year 2008: The Ups and Downs*
By: Annisa F. Wulandari
As the tourism industry emerged, so is the awareness toward the importance of tourism industry in contributing to economical benefit in a country. In order to answer this condition, the government of Indonesia launched a program called ‘Visit Indonesia Year 2008′. This program aimed to improve the welfare of society on the basis of tourism sector. It’s also projected that the program will improve competitiveness level of Indonesia tourism in International and national scope. The celebration of 100 years national awakening is one of the spirits that are brought by this program. As the concrete target, the government has set 7 million visitors in the year 2008. This number is increased from last year’s target of 6 million visitors. There are some strategies that have been planned in order to make ‘Visit Indonesia Year 2008′ successful. However, there are some weaknesses in the government’s effort concerning Visit Indonesia Year 2008.
Based on statistical data, the number of tourists visiting Indonesia during the period of January - March 2008 has increased 12,7 % from the previous period and reached the number of 1.86 million visitors. In the period between January - April 2008, Bali itself has accumulated 594,068 visitors, showing a year-on-date increase of 25.74% over the same period in 2007 (472,450). If current trends continue, Bali could end the year with foreign tourist arrivals of around 2.1 million. It’s a good indicator of how well this program is running. However, 7 million visitors is not a small number to be achieved and the end of 2008 is just 2 months away.
Yes, we believe that there are some accomplishments made by the program, but we see it’s necessary to highlight some government’s weaknesses regarding to this program, such as lack of coordination among respected parties (i.e. Ministry of Culture and Tourism, media institution, Foreign Affair Minister, local society, etc), lack of human resources and skill about tourism industry, ineffective publication and promotion, problems in maintaining the facilities and tourism objects, difficulty in determining potential tourism objects and marketing the objects, and lack of awareness from Indonesian people themselves. All of these weaknesses should be evaluated and the government must take firm and quick actions before we end this ‘Visit Indonesia Year 2008′ program.
In conclusion, the program of ‘Visit Indonesia Year 2008′ is a way to make Indonesian tourism one step forward from its position at the present time. Indonesia has uniqueness, rich heritage, traditional culture, culinary attraction, and values that can be promoted throughout the world. Indonesia has been motivated by seeing the development of tourism industry from our neighbors, such as Malaysia and Thailand. We can also reach that level of tourism industry if we walk hand in hand and perform comprehensive evaluation and strategies. Criticizing government’s effort to make VIY 2008 success won’t solve any problems, but we need to choose the right channel to give suggestion to the government and contribute in promoting Indonesia as the richest country of its heritage and culture. We Love Indonesia!
(*) This essay is written for the English task in Graduate Program of Sekolah Pasca Sarjana Sahid.
.being with you.
being with you, friends, is a great moment to forget my problems…
.:the stories behind me:. | Comment (1)break-up?
“I forget to warn you that when you start a relationship with me, you should really notice that I’m unpredictable, easily explode, sensitive, emotional, insecure, weird and fragile, so that you should handle with care.“
Most time I blame myself for being so impatient, demanding and emotional, but I believe that’s the process to be more mature. I am just afraid that you will not be that patient to understand me and ‘take care’ of me…
Love (still) hurts:(
.:the stories behind me:. | Comments (5).Five People You Meet in Heaven.
Hm,, Ryry recommended me to read this book when we were in Bali. She bought the book (the English version!) for herself and for her lecturer -Tuesdays with Morrie.
I ever tried to read the book during our free time from handling those ‘lazy’ cruise ship candidates;) (But I miss them a lot now
)
I read the first page, and then go to the second one, but that’s it!
I stop reading the book due to my limited vocabulary in reading English literature;)
(Hell yeah, I admit it!). It’s quite hard for me to understand the whole meaning of the story. Ryry never want to tell me what’s the story all about. She said, it will be better for me to read it by myself. I thought, I prefer reading the translation than the original one. But Ika Natassa -my favorite writer who wrote My Very Yuppy Wedding and Divortiare- said in one of his posting:
“Maybe it’s just me, but I personally believe that translating a book is like butchering the essence of the writing. Because when a writer writes, every single word that he or she put down on paper, every single comma and period, is there as the soul of the book. That’s why I think you should always read a book in the original language that it was written, to truly capture the chemistry of words, to read it the way it was meant to be. If it should be translated, it’s probably best that the writer itself who does it, or at least, be involved in the translating process.”
As the time goes by, I have this unstoppable-urge to read the book. So, I feel tingled to read the English version -of course I will make sure my Oxford Advanced Dictionary stay close to me;)
No..No..I haven’t read it yet, but I already got the eBook. I will buy the book eventually, but right now, due to my impossible financial condition, I prefer to download it…hehehe
Here’s something that I got when I was searching for a free-downloadable ebook of Mitch Albom’s. Well, It is some kind like summary of Five People You Meet in Heaven. Just click summary-of-five-people-you-meet-in-heaven to read the .pdf version. It’s only 2 pages!
For instance, here’s some great words to be quoted in ‘Five People You Meet in Heaven’ !
“No life is a waste. The only time we waste is the time we spend thinking we are alone” (p.50)
“Sacrifice is part of life. It’s not something to regret. It’s something to aspire to.” (p.93)
“No one is born with anger. And when we die, the soul is freed of it. But, now, here, in order to move on, you must understand why you felt what you did, and why you no longer need to feel it… You need to forgive your father.” (p.142)
“Life has to end… Love doesn’t”
Feel free to contemplate the meaning of those quotation. If you’re interested, just buy the book! Wekekekek;)
Happy reading!
.:the stories behind me:. | Comments (9)Saya bukan SMS Person…
Lagi jatuh cinta sama karakternya si Richard Kevin (Dion) (Untuk Dista, jangan ngamuk ya, Richard Kevin is NOT my type;) hehehe) di film ‘From Bandung With Love’ (FBWL). Pengennya punya cowok kayak begitu…
Ini ada satu adegan di film itu…
Dion : Ve ada, Tante?
Nyokap Vega: Dia lagi pergi, Emang gak bilang sama kamu?
Dion : Gak
Nyokap Vega : Udah telepon?
Dion : Udah, tapi gak diangkat
Nyokap Vega: Udah coba SMS?
Dion: Saya bukan SMS Person…
Aneh ada cowok yang begitu, tapi ternyata emang bener ada ya? (punya cowok tipe begini? gw tunggu share-nya)
Cowokku jarang sms, sukanya telepon. Padahal pengennya dapat sms dari dia…
Mungkin dia emang tipe yang bukan SMS person. Ini juga udah pernah dibahas, tapi memang sudah seperti itu, ya, gw ga pengen dia berubah kalau cuma merasa ‘dipaksa’ harus begitu. Biarlah semua datang dari hati…
Seperti yang pernah gw bilang, dia gak sempurna;(
Tapi semoga cintanya sempurna buat gw…halah:) –> Nanti ada yang bilang lagi kalau gw lagi ‘predictable banget akhir2 ini :p wink’
PS. Benciiii banget liat ending-nya film FBWL…;(
I HATE SAD-ENDING STORY!
Dasar Cengeng! ;(
Gw nangis hanya karena nonton film LOVE di RCTI. Entah kenapa, tapi rasanya semua perasaan di dada gw campur aduk;(
Banyak hal terkenang kembali
:
Kesedihan menanti dan berharap akan datangnya seseorang dalam hidup gw.
Sakitnya dikecewakan dan tak berbalas.
Kesendirian saat harus ditinggalkan.
Pedihnya pengkhianatan.
Cemasnya penantian.
Hingga akhirnya…
Bahagianya memiliki perasaan cinta yang berbalas.
Indahnya berjalan di sepanjang jembatan busway, berdiri di sepanjang perjalanannya.
Bergandengan tangan di sepanjang jalanan yang sinarnya terik menembus kulit.
Indahnya senyuman saat menerima sms dan teleponnya.
dan semua rasa lainnya yang bercampur dan sulit kuungkapkan…
Memori ini muncul dengan jelas di benak gw di sepanjang durasi film ini.
Pada akhirnya, tidak ada sempurna di dunia ini, selain cinta itu sendiri.
.:the stories behind me:. | Comment (1)what should I name this feeling?
Here’s the situations:
I already accepted the scholarship of DIKNAS and signed the contract to continue my master’s degree in Univ Sahid Jakarta (+/- 8 months) and Universiti Utara Malaysia (+/- 10 months). The class started on the first week of September 2008.
My friend was recommending me to work in her office since there’s a vacant position. The position was good and the salary was also good for a starter like me. (I was dying to get a good job AS SOON AS POSSIBLE so I can fulfill my own basic needs and no longer preoccupied by such-a-nasty feeling of being a jobseeker for months!!).
At that moment, I was totally confuse. The working place is far away from Sahid Sudirman since it’s located in Serpong (Tangerang). The working hours starts from 8am to 5pm and It’s quite impossible to get to Sahid on time since my lectures definitely start at 5pm!! (No permission to skip the class or ‘titip absen’!!). There are also some rules and regulation of skipping the class and it relates to the contract I’ve signed before. Once I break the rule, the contract is binding and there will be disaster! -whatta hyperbolic statements ;p)
I got the interview with the Manager. Things were running smoothly. Finally, it’s the time to be true to the Manager by saying that currently I’m pursuing my Master’s Degree in Sahid Sudirman. My classes are started at 5pm to 10pm every Monday, Wednesday and Thursday. (I am not (obviously) asking for special privilege for my condition, but I wish they could consider and understand this).
At the end of the interview, The Manager said that there’s no problem with my competencies and my English, BUT he said that my lecture (in Sahid) will be a major considerations for me to be accepted in that place. He said, just wait for the result. (For you to know, they never called me and my friend said that they couldn’t accept me because right now I have another priority of going to school once again;()
I feel relief and broken-heart at the same time. I was hoping to get this job, though in contrary I wasn’t sure that I could act total in both of my lecture and the office.
Somehow, the choices have been made. Night before my interview, My friend (who recommended me!) told me that I should prioritize the job and show the manager that I will put this job (If I were accepted) as my main priority. I shouldn’t burden the assessment of the Manager by saying that currently I’m continuing my study in Sahid Sudirman. But I have already discussed this situation with my parents. I was trying to get the second opinion about my situation. They supported me and encouraged me to be honest about my conditions to the Manager. “Let God decide what’s BEST for me…“, they said.
I was trying to be neutral during my interview session. I didnt show them that my study is my first priority now, in the other hand, I was trying to give some signal that I badly need this job. But, somehow, they believe that accepting me in this company wasn’t the best choice.
I didn’t know, whether I am the one who turned down this OPPORTUNITY, or I’m the one who have made the best decision for my future (Meaning: waiting for God’s scenario of my life and the best job that’s written for me sometime in the future). This is surely God’s will, I BELIEVE.
But in my belief, I feel so-humanly-envy to my best friend who got the chance to be interviewed in the company (we’re currently discussed!) and finally be accepted to ‘replace’ me.
My friend (who firstly recommended me) finally recommended her since I’m not ‘the perfect’ candidate to fulfill the position (Hell yeah, I have a lecture to think about! and my lecture was the ONLY one that burden me to be accepted in that company!).
I knew that my best friends were having the interview session, but I JUST knew it that she’s actually got accepted in that company. I didn’t know why she hide it from me. Was it to keep my feeling? For I believe that she knew my story.
I believe that it wouldn’t be a problem to me If the one who was accepted in the company wasn’t one of my best friend. But I said that it’s only a human’s thought (of mine!) of being miserable and unfortunate for not being able to get the job and found out that the job is my best friend’s job now. I am not angry with her, but I’m questioning God, “What’s your blueprint for my life?”
Is this feeling acceptable, dear?
Is this feeling wrong?
LIFE IS FAIR FOR ANYBODY, NOT ONLY FOR CERTAIN PEOPLE. She got the chance (I’ve turned down before!), she took the chance and finally the chance was hers.
I should start to believe (again!) that the job wasn’t the best job for me. That Allah has written down my fate, my future and my everything. That a perfect job of mine still needs to be searched. That I should concentrate more on my lecture, get some good marks from those professors, do my task, etc. That I should wait for some more time to be financially independent from my parents. That I should wait to be able to buy things I love. That I should be more patient to see God’s full sketch of my life. That I should be THANKFUL for what I have now. That I should wait, try harder and pray for His plan to come…
I’m praying God that I wouldn’t envy my friends who are success now, who are already working in an established-company, earning millions of rupiah (and maybe Dollars in a foreign company), making their parents proud, reaching their dreams. Friends who already own everything that I haven’t owned now.
notes: Thank you for my parents, brothers, and best friends who support me (like forever!) and always believe that I am GREAT. That I will be someone who plays important role in the future. That I will not be NOBODY, but SOMEBODY who colors the worlds with my talent. I’m trying my best to go that far… Please pray for me…
.:the stories behind me:. | Comments (5)8 hours with you…
It was Thursday and he said that he’s about to live Jakarta and go back to his hometown for Lebaran.. So, we planned to do many things together that day=)
One thing for sure, that day was TIRING since we have to walk all the time… (Kasian si mas..Lagi puasa..Eh, harus jalan kaki jauuuh banget…hihi (untung aja aku lagi gak puasa..wekekek ;p)
Ini adalah kisah perjalanan kaki aku dan si Mas… huahaha ;p
Rute perjalanan gw dimulai sejak turun dari patas 45. Jalan kaki menuju Benhil, ke arah kosannya si Mas, naik tangga yang panjaang banget, melewati Atmajaya, Plaza Semanggi, masjid belakang PLANGI, melalui gang2 kecil, sampai akhirnya dengan mengejutkan bertemu dengan si Mas (yang lagi kelihatan manis banget pakai baju merah yang ternyata sengaja mau jemput aku;)), trus kita jalan ke kosannya.
Gak lama di kosannya si Mas, kita jalan lagi ke arah Plaza Semanggi. Niatnya mau liat film Laskar Pelangi yang tayang perdana di tanggal 25 September itu. Menyedihkan, ternyata cuma ada film2 lama di 21 PLANGI;(, akhirnya gw cek jadwal 21cineplex untuk film Laskar Pelangi. Ternyata di Planet Hollywood (PH) sedang diputar film yang kita cari itu. Akhirnya kita cepet2 jalan ke PH, padahal saat itu sudah jam 12.30 dan Film LP akan diputar tepat jam 12.45.
Berjalan selama setengah jam melewati kantornya si Mas, Crown Hotel, akhirnya kita sampai di PH (swear..jauuh banget..panasss pula!!). Sampe sana, tiketnya udah abis, selain itu, kita udah telat. Akhirnya kita beli tiket yang jam 15.00. Nah, masih ada 2 jam sebelum filmnya diputar, akhirnya kita balik lagi ke plaza Semanggi (karena si Mas mau beli hadiah lebaran buat adiknya). Kita naik tangga ke sebrang PH (jauh juga!), naik kopaja 19, turun dekat semanggi, jalan kaki, naik tangga lagi, lewat Atmajaya (lagi), akhirnya sampai Plaza Semanggi (lagi). Sampe sana, kita muter2 cari baju, trus ke Giant (untuk beliin aku minum ;p), dan muter2 lagi cari hadiah yan cocok.
Nah, rasanya baru sebentar banget di PLANGI, waktu udah menunjukkan jam setengah 3. Uwff..Akhirnya kita pergi meninggalkan PLANGI, jalan kaki lagi, akhirnya sampai ke PH (lagi) untuk ngejar pertunjukkan jam 15.00. Ternyata di PH udah RAME bangett!! Yang ngantri tiket jg LP udah banyak banget! (Untung aja udah beli dari tadi).
Film-nya bagus
Si Mas sampe kagum gt… Aplagi setelah tahu kalau kisahnya diinspirasi oleh kejadian yang nyata. Tiba-tiba si Mas bilang ‘Aku jadi pengen kuliah lagi..kayak kamu..”
huahahaha.. (salahnya sendiri, dulu diajakin apply beasiswa, eh malah males untuk buat rancangan thesis-nya;) hihihi). Maaf ya, Mas=) Bcanda kok! hehehe
Film LP baru selesai jam 17.15, padahal kuliah gw dimulai jam 17.00. Nah, setelah film selesai, gw langsung ganti baju, trus cepet2 diantar si Mas nyebrang, lagi2 jalan kaki, naik jembatan, nunggu 640, akhirnya gw harus rela ninggalin si Mas;( Gak rela…Tapi gw harus kuliah..hikz..Goodbye, Mas…
Gw naik 640.. melambai ke si Mas, 640 akhirnya melaju…
Di tengah perjalanan, gw cek HP, ada sms dari Bang Sigit, katanya kuliah jam 17.00 dibatalkan dan baru ada nanti jam 19.00.
Payah!! Telat baca! Pdhl Bang Sigit krm sms dari jam setengah 5an;(
Akhirnya gw turun di depan KOMDAK, nyebrang lagi, naik jembatan, coba telepon si Mas untuk ngajak dia buka puasa bareng
Nah, karena ternyata si Mas udah hampir sampe kosan, akhirnya aku balik lagi ke kosannya si Mas. Sepanjang perjalanan udah rame banget karena adzan Maghrib sudah berkumandang. Dia sengaja nunggu di depan warung makan dekat kosannya. Kita akhirnya bisa buka puasa bareng2..Alhamdulillah…
Setelah makan, kita ke kosannya si Mas, dia sholat, aku daftarin Flexy Combo-nya si Mas, bantu nyiapin barang2 yang dibawanya mudik, trus gak lama pergi lagi. Jalan kaki (lagi), nyebrang jembatan, nunggu 640 (lagi). Gak lama 640 datang, beriringan dengan patas 46 (yang mengarah ke Grogol dan membawa si Mas ke kampung halamannya). Akhirnya kita bener2 pisah deh, aku naik 640, si Mas naik 46;(
Sedih..
Sepi..
udah terasa kangennya..
Tapi aku langsung ke Sahid, cepet2 turun dari 640, naik lift sampe ke Lantai 3.
Aku pikir, aku sudah telat. Alhamdulillah kuliah belum dimulai, padahal saat itu sudah pukul 19.30. Seneng ketemu sama temen2… Kita belajar sama Prof.Harsono sampe jam 21.00 (pulang cepet…yippie..;)
Cepet2 turun dari lantai 3. Satu lift bareng Elda,dan Mba Mila.
Setelah turun, gw niat mau nyebrang lagi, jalan kaki dan (lagi2) naik jembatan, tapi alhamdulillah Elda nawarin naik Taksi bareng dia. Katanya dia lewat Slipi (jadi gw bs nebeng!) Horeee….Senangnya hatiku gak perlu jalan kaki lagi…Makasih ya, Nong Elda=)
Ngbrol2 sama Elda, turun di Slipi bawah, langsung naik P45menuju ke Islamic.
Alhamdulillah jalanan lancar, turun di Palem Semi, ambil motor yang sudah dititipkan dan ngebut sampe ke rumah..
Udah 8 jam bareng si Mas, tetap aja kurang ;( I’m happy with you…
Cepet balik ke Jakarta ya, Mas;) hehehe
.:the stories behind me:. | Comments (4)Thinking about Him=(
Jadi sedih,, tadi dia cerita kalau lagi ada masalah di kantor=( Hikz.. Masalah yang ribet banget sih…
Aku gak bisa bantuin apa-apa, cuma bisa doain aja supaya kamu sabar dan diberi kemudahan untuk menyelesaikan masalah-masalahmu itu…
Semangat ya, sygq…
Luv you..
.:the stories behind me:. | Comment (0)Cu..Mi… (Cuma Mikir aja kok susah ya..) wekekek
Duh, lagi coba baca2 buku Managerial Economics and Business Strategy-nya Michael Baye aja susssah banget=(
Bagaimanakah kabar teman2ku yang lain yang akan kuis di hari senin nanti??
Oia, gw mau cerita sedikit tentang kuliah gw di MM Sahid. Alhamdulillah udah dimulai dari dua minggu lalu. Minggu pertama diawali dengan matrikulasi. Minggu ini mulai kuliahnya. Overall, it’s FUN..
Anak2nya juga alhamdulillah asik (hopefully 1st impression lasts forever=) hehehe. Akhir2 ini malah ketahuan gokil-nya. Nanti kalau sudah ada fotonya, gw upload deh. Kemarin Winda sempet take our pictures melalui laptop-nya=)
(Ki-ka: Elda, mba Mila, akyu, Thami, Eva, Mas Sidik, Bang Sigit, Winda)
Ada yang kerja jadi wartawan, kerja di Insurance Company, LSM, Business Consulting, Bank, jadi dosen, kerja di services, etc.
Gw banyak ketinggalan banget. Banyak gak ngerti apa yang sebenarnya dibicarakan oleh dosen (dan apa yang dibicarakan oleh anak2 lainnya)=)wekekek
Makanya jadi pendengar setia aja. Menyaring informasi dari banyak sumber, biar tambah pinter. Whew..Udah lama gak kuliah, jadi gak kritis=)wekekekew
Tugas2 udah numpuk, semoga gw diberi kemudahan untukmengerjakan yang terbaik. Amien.. Where There’s a WILL, there’s a WAY=)hehehe.
Keep The Spirit























